Sebelum tema ini kita bahas bersama-sama, saya mengajak anda untuk menyanyikan lagu Indonesia raya instrumental, lalu sediakan kopi hangat biar tulisan yang anda akan baca sesaat ini lebih terasa mencair. Perlu saya jelaskan, bahwa Tulisan ini tidak bermaksud memprovokasi, tidak pula untuk mencari keuntungan bahkan nama. Tulisan ini mengalir dari hati nurani setelah sekian lama sudah Indonesia merdeka namun dirasa masih lamban berjalan menuju merdeka sepenuhnya. Seperti yang pernah Tan Malaka katakan yaitu Merdeka 100%. Dan ini jaman dimana anda dan saya terjebak diantara keduanya. Mari kita awali dengan membayangkan bahwa di suatu pagi yang indah, anda merasakan sinar mentari yang terbit lewat celah-celah jendela merasuk hangat hingga ke hati. Hawanya sejuk,udara nya bersih segar ketika dihirup. Kopi yang anda minum pagi itu, adalah kopi yang sedang anda minum saat ini. Sungguh nikmat! Namun menjelang siang hari, ada suatu pemandangan yang tidak enak di luar jendela di...
Self Development, Review Buku, Kuliner, dan Filsafat