sebenarnya tulisan ini bukan mengajak agan-agan semua buat mengabaikan makna satu sisi dari kata "kumaha engke" (baca: gimana nanti).. saya mengajak pemikiran agan-agan untuk meninjau ulang kata "kumaha engke". ini juga merupakan perdebatan dari status saya di facebook sebelumnya, jadi tulisan ini hanya bermaksud menjelaskan saja.. atau memperjelas maksud saya.. tentang perbedaan antara "kumaha engke" dan "engke kumaha" (baca: nanti bagaimana). kumaha engke disini identik dengan power of kepepet,, dalam situasi terjepit kadang kita bertindak menjadi manusia yang luar biasa dari keadaan biasa.. orang yang sedang dikejar anjing, akan lebih cepat dari lari normal seperti biasa, itulah ilustrasinya.. artinya kita bisa memunculkan kekuatan yang tidak biasa didalam diri kita, pada saat keadaan terjepit/memaksa.. contohnya kayak gini,, saat agan-agan punya cita-cita yg ingin agan capai sejak kecil.. org yg berpikir engke kumaha (nanti bagaimana) itu aka...
Self Development, Review Buku, Kuliner, dan Filsafat