Skip to main content

Perencanaan Pembelajaran Understanding By Design (UdB)

 

Rancangan Pembelajaran Berbasis UbD SDN 1 Bojong Timur

 

Mata Pelajaran       : Matematika

Kelas                      : 6

 

1.    Tujuan Pembelajaran:

  • Siswa dapat memahami konsep nilai tempat pada bilangan cacah enam angka.
  • Siswa dapat membaca dan menuliskan bilangan cacah enam angka dengan benar.

2.    Asesmen

  • Formatif : Guru mengamati keterlibatan siswa dalam diskusi dan permainan.
  • Sumatif : Guru menilai keranjang belanja yang dibuat siswa dan kemampuan mereka dalam membacakan bilangan.

3.    Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan

  • Ajak siswa mengingat kembali: Apa yang sudah kita pelajari tentang nilai tempat pada bilangan yang lebih kecil? (misal: ratusan, puluhan, satuan).
  • Sampaikan tujuan pembelajaran: Hari ini kita akan belajar tentang bilangan yang lebih besar lagi, yaitu bilangan cacah enam angka.

Kegiatan Inti

  1. Demonstrasi dengan Alat Peraga (Visual dan Kinestetik):
    • Guru menggunakan kertas tempel dalam kotak ratusan ribu, puluhan ribu, ribuan, ratusan, puluhan, dan satuan.
    • Guru mengajak siswa untuk menempelkan kertas tempel ke dalam kotak-kotak pada gambar sambil menjelaskan nilai tempat setiap angka.
  2. Aktivitas Kelompok (Kolaboratif):
    • Bagi siswa menjadi kelompok heterogen (campuran kemampuan/diferensiasi).
    • Berikan setiap kelompok kartu bilangan enam angka yang berbeda tingkat kesulitan.
    • Minta mereka untuk membaca bilangan bersama-sama, menuliskannya, dan menjelaskan kepada anggota kelompok lainnya (active learning).
  3. Permainan "Tebak Bilanganku" (Verbal dan Logika):
    • Guru atau salah satu siswa memikirkan sebuah bilangan enam angka.
    • Siswa lain mencoba menebak bilangan tersebut dengan mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik (misal, "Apakah angka ratusan ribu-nya lebih dari 500.000?").
  4. Peserta Didik mengisi LKPD “Keranjang Belanja Toko Online” sebagai asesmen.

Penutup

  • Refleksi:
  • Guru menanyakan kepada siswa pertanyaan refeleksi sebagai berikut:
    • Apa yang sudah kalian pelajari hari ini?
    • Apa yang masih sulit dipahami?
  • Siswa menuliskan pada buku refleksi.
Hasil telaah bersama guru-guru

Berdasarkan  pengisian  rubrik  checklist,  keseluruhan  rancangan  pembelajaran  sayat  telah  memenuhi  semua  poin  yang  diharapkan.  Setiap  aspek  dari  tujuan  pembelajaran,  asesmen,  hingga  kegiatan  pembelajaran  telah  dirancang  dengan  cermat  untuk  memastikan  pemahaman  mendalam  dan  relevansi  kontekstual.  Namun,  beberapa  poin  yang  mungkin  perlu  diperhatikan  lebih  lanjut  adalah  memastikan rubrik penilaian lebih terperinci dan mengembangkan lebih banyak  instrumen penilaian autentik.

Comments

  1. Alhamdulillah luar biasa bapak guru hebat. Rancangan pembelajarannya bagus, inspiratif dan aplikatif. Dengan skema yang sudah bapak susun pasti peserta didik akan aktif dalam mengikuti setiap kegiatan pembelajarannya.
    Semangat pak, terus berkarya dan berbagi.
    Salam merdeka belajar.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Strategi Mengajar Modern: Inovasi Pendidikan untuk Generasi Digital

teaching-strategies Di era digital yang serba cepat ini, dunia pendidikan menghadapi tantangan besar. Guru tidak lagi hanya berperan sebagai pemberi pengetahuan, tapi juga sebagai fasilitator yang mampu menginspirasi dan membekali siswa dengan keterampilan abad 21. Strategi mengajar modern menjadi kunci utama untuk menciptakan pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan relevan. Artikel ini akan membahas berbagai pendekatan inovatif yang bisa diterapkan guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran, mulai dari pemanfaatan teknologi hingga metode berbasis siswa. Dengan menerapkan strategi ini, proses belajar-mengajar bisa lebih interaktif dan menghasilkan generasi yang siap bersaing di masa depan. Pentingnya Strategi Mengajar Modern di Era Digital Perubahan zaman membawa dampak signifikan pada cara siswa belajar. Generasi Z dan Alpha tumbuh bersama gadget, media sosial, dan akses informasi tak terbatas. Strategi mengajar tradisional seperti ceramah panjang sering kali membuat sisw...

Pentingnya Kesehatan Mental di Era Modern: Menjaga Jiwa di Tengah Derasnya Arus Perubahan

Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang serba cepat, seringkali kita terlalu fokus pada pencapaian materi, karier, dan kesuksesan finansial. Namun, ada satu aspek krusial yang kerap terabaikan, padahal menjadi fondasi utama bagi segala bentuk keberhasilan dan kebahagiaan kita: kesehatan mental . Era modern membawa segudang kemudahan, tapi juga tekanan dan tantangan baru yang dapat menggerus ketahanan mental individu. Oleh karena itu, memahami dan memprioritaskan kesehatan mental kini bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Mengapa Kesehatan Mental Begitu Penting Sekarang? Dulu, pembahasan mengenai kesehatan mental sering dianggap tabu atau hanya untuk mereka yang "bermasalah". Kini, pandangan tersebut perlahan bergeser seiring dengan meningkatnya kesadaran global. Kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial seseorang. Ini memengaruhi cara kita berpikir, merasakan, dan bertindak. Ketika kesehatan mental kita baik, kita lebih...

Valentine Boleh Dilaksanakan

Naah, sobat-sobat muslim pasti nya terheran-heran dengan judul yang saya beri diatas,, Eits, tapi jangan menilai dari awal dulu.. Pengen tahu knp?? Lets check it out. Valentine days boleh dilaksanakan oleh orang-orang yang berakidah seperti agama Nasrani (Kristian), Kita lihat bahwa sejarah mengatakan Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo. Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'. Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan beru...